Keesokan harinya
Keesokan harinya
Keesokan harinya
apakah kalian pernah jatuh cinta?
“Lea, lupain gue”
perkataan Chris beberapa menit yang lalu terus terngiang-ngiang ditelinga Alea, apakah mencintai sahabat sendiri adalah sebuah dosa besar?
Alea tidak pernah berharap Chris membalas perasaannya, ia hanya butuh untuk jujur terhadap perasaannya sendiri namun bukannya perasaan lega yang Alea terima, Chris malah menjauh dan meminta Alea untuk melupakannya
dimana letak keadilan? bukankah sudah cukup segala derita yang Alea rasakan? menjadi tulang punggung keluarga karena ayahnya yang telah tiada, merawat ibunya yang sakit-sakitan dan membiayai sekolah adiknya yang masih SMP
Chris adalah satu-satunya manusia tempat Alea bisa mengadu, bermanja dan meminta pertolongan namun ternyata Alea menghancurkan hubungannya sendiri, seharusnya Alea tak pernah jatuh cinta pada sahabatnya sendiri
Alea berjalan menyusuri taman kota yang terlihat sepi itu, matanya menyipit ketika melihat sesuatu yang aneh dibalik semak-semak
Alea berjalan mendekat dan menemukan tubuh yang penuh dengan darah dengan kondisi terlentang, wajahnya ditutupi oleh jaket berwarna hitam
tunggu!!!
jaket berwarna hitam? bukankah jaket itu milik Chris? Alea ingat betul beberapa menit lalu ketika bertemu laki-laki itu, ia memakai jaket berwarna hitam yang sama persis dengan jaket yang menutupi wajah orang itu
“Chris?!” desis Alea sambil terus menggelengkan kepalanya, tidak percaya dengan apa yang kini ia lihat
tubuh lelaki yang ia cintai kini penuh dengan darah, apa yang sebenarnya terjadi? apakah Chris dibunuh atau malah bunuh diri?
seseorang mengamati Alea dari kejauhan, ia tersenyum penuh kemenangan
“besar sekali cinta yang Chris miliki untukmu Alea, dia memilih untuk mati daripada harus menyakitimu”
Chris dan Alea memang tidak akan pernah bersatu meski berada di alur yang berbeda, harus ada yang berkorban demi orang yang mereka cintai
#apakah kalian pernah jatuh cinta?
“Lea, lupain gue”
perkataan Chris beberapa menit yang lalu terus terngiang-ngiang ditelinga Alea, apakah mencintai sahabat sendiri adalah sebuah dosa besar?
Alea tidak pernah berharap Chris membalas perasaannya, ia hanya butuh untuk jujur terhadap perasaannya sendiri namun bukannya perasaan lega yang Alea terima, Chris malah menjauh dan meminta Alea untuk melupakannya
dimana letak keadilan? bukankah sudah cukup segala derita yang Alea rasakan? menjadi tulang punggung keluarga karena ayahnya yang telah tiada, merawat ibunya yang sakit-sakitan dan membiayai sekolah adiknya yang masih SMP
Chris adalah satu-satunya manusia tempat Alea bisa mengadu, bermanja dan meminta pertolongan namun ternyata Alea menghancurkan hubungannya sendiri, seharusnya Alea tak pernah jatuh cinta pada sahabatnya sendiri
Alea berjalan menyusuri taman kota yang terlihat sepi itu, matanya menyipit ketika melihat sesuatu yang aneh dibalik semak-semak
Alea berjalan mendekat dan menemukan tubuh yang penuh dengan darah dengan kondisi terlentang, wajahnya ditutupi oleh jaket berwarna hitam
tunggu!!!
jaket berwarna hitam? bukankah jaket itu milik Chris? Alea ingat betul beberapa menit lalu ketika bertemu laki-laki itu, ia memakai jaket berwarna hitam yang sama persis dengan jaket yang menutupi wajah orang itu
“Chris?!” desis Alea sambil terus menggelengkan kepalanya, tidak percaya dengan apa yang kini ia lihat
tubuh lelaki yang ia cintai kini penuh dengan darah, apa yang sebenarnya terjadi? apakah Chris dibunuh atau malah bunuh diri?
seseorang mengamati Alea dari kejauhan, ia tersenyum penuh kemenangan
“besar sekali cinta yang Chris miliki untukmu Alea, dia memilih untuk mati daripada harus menyakitimu”
Chris dan Alea memang tidak akan pernah bersatu meski berada di alur yang berbeda, harus ada yang berkorban demi orang yang mereka cintai
“Petaka!!!” Mina berteriak lantang dan menghampiri Raina yang tengah sibuk menyiram tanaman di halaman rumahnya
nafas Mina tak beraturan, wajahnya terlihat pucat dan keringatnya bercucuran tanpa henti, raut wajahnya menandakan bahwa dia tidak baik-baik saja
Raina yang melihat kondisi Mina merasa sangat khawatir dan secara refleks membuang selang yang ia gunakan untuk menyiram tanaman ke sembarang arah
“l-lo kenapa na?” Raina menyentuh tangan Mina sembari menuntunnya berjalan menuju kursi yang ada pojok teras rumahnya “duduk dulu” lanjut Raina
“Rai” lirih Mina parau
“iya, kenapa? lo kenapa?” Raina semakin mempererat genggaman tangannya pada tangan Mina
“lo beneran suka sama Satrio?” Mina berucap pelan dan menatap Raina dengan tatapan yang sulit diartikan
mendengar pertanyaan semacam itu membuat ekspresi Raina berubah menjadi datar, Raina membuang muka dan mendadak melepaskan genggaman tangannya dari Mina
melihat perubahan ekspresi dan sikap Raina membuat Mina merasa tak enak, ia ingat betul bahwa beberapa hari yang lalu mereka sempat bertengkar karena ternyata keduanya menyukai pria yang sama
“Rai, gue minta maaf soal kejadian beberapa hari yang lalu tapi gue pengen ngasih tau lo tentang fakta yang berhubungan dengan Satrio”
Raina kembali menatap Mina, menantikan kelanjutan dari perkataan Mina tadi, fakta apa yang sebenarnya ia maksud?
“lo harus lupain Satrio” Mina membuang nafasnya kasar “dia bukan dari keturunan yang baik” lanjut Mina
Raina mengerutkan keningnya, ia heran mengapa Mina bisa berkata demikian padahal Raina dan Mina tau bahwa Satrio adalah laki-laki yang sangat religius dan keluarganya pun terkenal sebagai keluarga yang taat pada agama
“gue tau apa yang lo pikirin Rai, gue tau ini sulit untuk dipercaya tapi keluarga gue korbannya” Mina menjeda ucapannya “keluarga Satrio memiliki silsilah keturunan pemilik ilmu hitam” bisik Mina
Raina menelan salivanya, ia menutup mulutnya tak percaya
“sebenarnya bukan Satrio pelaku utamanya tapi kakak perempuannya, beberapa waktu yang lalu ada yang selalu ngintai rumah gue dan kebetulan kakek gue lagi sakit, terus tiap tengah malem selalu ada suara cakaran diluar rumah dan ternyata itu perbuatan kakak perempuannya Satrio” Mina menarik nafas pelan
“dia jelmaan tuselaq dan lo pasti tau kalau ilmu hitam itu bisa diturunkan tujuh turunan walaupun keturunannya tidak ingin menjadi seperti itu namun itu sudah menjadi takdirnya, lo nggak mau kan kalau keturunan lo nantinya akan menjadi tuselaq?”
Apa yang lebih sakit dari kehilangan?
Semua perlahan menghilang, tawa dan senyum dari wajah kedua insan itu telah direnggut, pujian-pujian yang dulu mereka lontarkan untuk pasangan masing-masing hanya terkenang sebagai sesuatu yang “bulshit!”
Siapa? Siapa yang mampu mengobati rasa sakit karena patah hati? Siapa yang mampu mengobati rasa sakit atas pengkhianatan dan dusta dalam hubungan cinta?
Di dunia ini tidak ada klinik patah hati, yang ada hanya klinik kesabaran, “sabar ya, ini ujian dari tuhan” selalu itu yang terlontar dari mulut orang-orang yang melihat kehancuran seorang Nikaira
Harapan yang terlalu besar membuatnya hancur sampai merasa tak hidup lagi, ia merasa mati walaupun masih bernafas dengan baik
“Tuhan, aku hanya meminta bahagia tapi mengapa malah rasa sakit yang kau selipkan dalam kisah bahagia itu” Ika terisak dan memukul dadanya yang terasa sesak
Apakah kamu pernah merasa sesak ketika mengungkapkan rasa bencimu?
Ika ingin berteriak dan memohon pada takdir agar tak terlahir sebagai Nikaira yang harus jatuh cinta pada sosok Panji Janyar, berpisah karena sebuah keegoisan adalah hal yang sangat menyakitkan
Kita berpisah bukan karena suatu perbedaan tapi karena rasa cinta kita tumbuh beriringan dengan rasa benci dan dendam
“Ika?” Niel terkejut melihat tubuh Ika yang menggigil, Niel kemudian meletakkan punggung tangannya pada kening Ika, ia ingin memastikan keadaan istrinya dan berharap sang istri baik-baik saja
Badan Ika terasa sangat panas dan itu membuat Niel semakin khawatir
“Kak Ji” satu nama yang mampu membuat Niel diam dan mematung
“Kak Ji, kenapa tak berjalan searah dengan Ika?” Lagi, nama itu lagi yang disebut oleh Ika ketika dalam keadaan sakit seperti ini
“I miss you so much”
Deg
Detak jantung Niel seolah berhenti berdetak untuk beberapa saat, ia sadar bahwa yang ia miliki hanya raga Ika bukan hatinya
Hati dan cinta istrinya itu hanya milik Panji Janyar seorang, betapapun Ika mengatakan kebenciannya terhadap Panji tapi tetap saja hati perempuan itu hanya milik Panji Janyar
Siapa yang paling terluka? Panji yang harus kehilangan cinta sejatinya? Ika yang harus membenci orang yang paling ia cintai dan menikah dengan pria yang tak pernah ia cintai? Atau Niel yang harus menikah dengan perempuan yang tak pernah mencintainya?
Janiel Rasyi hanya ingin menjadi pelindung untuk seorang Nikaira walaupun Niel tau bahwa dia sendiri yang akan terluka ketika melindungi Ika
MIARA NATA
Namanya Miara Nata, biasa dipanggil Ara, gadis cantik dengan rambut panjang dan kulit putih, kecantikannya tidak berbanding lurus dengan jalan hidupnya
Miara Nata adalah seorang anak yang lahir tanpa sosok ayah, ia hidup tanpa pernah mengenal figur ayah sampai diusianya yang ke lima tahun, sang ibu memilih untuk menikah dengan seorang pria yang lebih muda 5 tahun
Awalnya semua baik-baik saja sampai akhirnya sang ayah tiri tau bahwa ia adalah seorang anak haram, ibu Ara hamil diluar nikah karena kecelakaan ketika bekerja, ibu Ara dulunya adalah seorang PSK
Hari-hari yang Ara jalani lebih berat dari biasanya, dia yang semula hidup hanya tanpa seorang ayah kini merasa hidup tanpa keluarga, ibu dan ayah tirinya bertengkar hampir setiap hari karena dirinya dan itu membuat sang ibu juga ikut menyalahkan kehadiran Ara dalam hidupnya
Suara barang pecah, barang yang dibanting, teriakan dan makian adalah makanan sehari-hari bagi Ara
Penderitaannya tidak cukup sampai di sana, semua orang mencemooh dirinya karena terlahir sebagai anak hasil hubungan seorang PSK dengan pelanggannya, Ara tidak pernah tau siapa ayahnya karena entah berapa banyak laki-laki yang tidur dengan sang ibu dalam satu malam
Rasanya Ara ingin mati, ia sudah bosan hidup dalam kesengsaraan, beberapa kali ia mencoba untuk bunuh diri namun takdir selalu menyelamatkannya dari kematian
Sampai suatu hari ketika memasuki masa SMA, Ara menemukan alasan untuk tersenyum, ia merasakan rasanya dijaga dan dicintai
Damian adalah jawaban dari segala rasa sakitnya, Damian datang menerangi hidupnya yang penuh dengan kegelapan, Damian datang mengukir senyum di wajah cantik yang biasanya menangis
Segala hal tentang Damian adalah kebahagiaan bagi Ara, Damian tau cara membuatnya merasa tenang dan nyaman
Semua berjalan baik-baik saja sampai tiba hari kelulusan dan Damian memperkenalkan Ara pada kedua orang tuanya namun kedua orang tua Damian tidak menyukai Ara karena status Ara yang terlahir sebagai anak haram
Segalanya terasa semakin makin sulit, takdir seolah mempermainkan hidup Ara, bahagianya datang namun dalam sekejap berubah menjadi luka yang lebih dalam dari sebelumnya karena terhalang restu kedua orang tua Damian
Setelah hari itu, Damian menghilang, ia tak pernah menghubungi Ara lagi dan dihari ke 99 Damian datang kembali mengobati kerinduan, menawarkan cinta dalam ruang perselingkuhan
Menerima fakta bahwa kekasih hatinya telah menikah membuat Ara semakin terluka, ia tau diri dan ia harus pergi namun Damian menjanjikan cinta dan kebahagiaan, Damian juga mengatakan bahwa ia dan istrinya tidak pernah saling mencintai
Berulang kali Ara mencoba menarik diri untuk tak menyakiti siapapun namun bukan hanya Damian yang menariknya dan tak membiarkannya pergi namun sosok Panji juga terus mendorongnya untuk bertahan dalam hubungan terlarangnya dengan Damian
Iya, Panji juga ikut berperan dalam hubungan perselingkuhan antara Ara dan Damian
FAMILLY
Panji berada di sebuah ruangan bertembok biru cerah, ada banyak sekali mainan yang berserakan dan di sana ada seorang bocah laki-laki yang tersenyum lebar dan berlarian ke sana kemari
“Panji sini sayang, jangan lari-larian nanti jatuh, hati-hati sayang” ucap seorang perempuan berambut pendek yang terlihat masih muda dan berumur sekitar 30 tahun
“Ini loh maaaa, papa ngejar Panji, nanti kalau Panji nggak lari, bisa ketangkep” bocah kecil bernama Panji itu tetap berlarian ke sana kemari karena dikejar sang ayah
“Pa, udah pa, kasian Panji pasti kecapekan, sekarang mending kita makan ya, makanannya udah mama siapin, makan yuk”
“Bentar ma” suara berat itu berasal dari Papanya Panji
Hap
Panji kecil berhasil tertangkap oleh sang papa, Panji berusaha memberontak namun sang papa malah menggelitiknya dan membuatnya tertawa karena kegelian
Seisi ruangan itu dipenuhi oleh suara tawa Panji dan papanya sementara mamanya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah keduanya
Panji tersenyum melihat suasana bahagia yang ada dihadapannya, keluarga yang sangat bahagia sebelum musibah datang menyerang dan mengganti tawanya menjadi air mata
“Panji” seseorang menepuk punggungnya dari belakang
“Mama” lirih Panji ketika melihat sosok perempuan yang begitu ia rindukan berdiri dihadapannya
“Dulu keluarga kita sangat bahagia ya, ada mama, papa, Panji dan calon adek Panji yang waktu itu masih ada di dalam perut mama tapi takdir tuhan adalah hukum yang mutlak, kematian adalah sesuatu yang nyata” perempuan itu menunduk dan menahan tangisnya
“Ma” lirih Panji lagi
“Jangan menyalahkan siapapun atas kematian mama, papa dan adek yang waktu itu masih ada dalam perut mama, semua adalah takdir Ji, anak baik adalah anak yang mendoakan orang tuanya bukan malah berusaha untuk melukai orang lain untuk balas dendam” sang mama menatap mata Panji dalam
“Tapi_” ucapan Panji terhenti, tenggorokannya tercekat, apa yang akan ia katakan untuk membela diri atas perbuatan jahatnya
“Mungkin Panji sudah melakukan perbuatan yang salah tapi Panji masih bisa memperbaikinya nak, bertanggung jawablah atas segala hal yang kamu perbuat”
sang mama melangkah agar lebih dekat dengan Panji “hal yang paling penting ketika menjadi dewasa adalah tanggung jawab” lanjut sang mama
Setelah mengucapkan kata itu, mama Panji mundur perlahan dan menciptakan jarak diantara Panji dan dirinya
Perlahan ia menghilang bersamaan dengan angin yang berhembus kencang, Panji kecil dan kedua orang tuanya pun tiba-tiba menghilang, mainan yang tadi berserakan pun kini tak terlihat, semuanya kosong, Panji dewasa kini hanya sendiri dalam sepi
Panji terbangun dari tidurnya dengan nafas tak beraturan, keringat dingin membasahi tubuhnya, matanya tiba-tiba mengeluarkan sebuah buliran bening, ia menangis sejadi-jadinya
Untuk yang kesekian kalinya Panji bermimpi tentang masa lalunya namun kali ini sang mama tiba-tiba datang dan memberikan nasehat yang begitu berharga dalam hidupnya
Kebencian membuatnya menjadi sosok yang jahat padahal ia tau bahwa garis takdir telah diatur oleh sang maha kuasa
Kamar hotel
Pintu itu digedor dengan keras dan membuat Rina ketakutan setengah mati, apa yang harus ia perbuat?
Rina menggenggam ponselnya dengan tangan bergetar, keringat dingin membasahi sekujur tubuhnya, ia langsung mencari kontak Danny dan segera menghubungi laki-laki itu
Nasib baik berpihak pada Rina, Danny menjawab panggilan teleponnya
“Dan, D-Da-Dany t-to-tolong” ucap Rina dengan suara bergetar dan terdengar seperti sedang menangis
“Kenapa Rin?” Suara Danny terdengar sangat khawatir, ia takut ada sesuatu yang terjadi pada kekasihnya itu
“R-Ryu, R-Ryu, aaaarrrgggghhhh” belum sempat Rina menyelesaikan kalimatnya, sambungan telepon itu mati seketika
Mata itu menatap Rina dengan tatapan penuh amarah, ia benci jika ada yang mengahalangi jalannya
“J-jangan, t-to-tolong” mohon Rina pada lelaki dihadapannya itu
“Bangun, gue nggak akan ngebunuh Lo”
Rina mengikuti perintah laki-laki itu, ia di arahkan untuk berjalan menuju roof top yang ada di kamar hotelnya, Rina tepat berdiri diantara besi pembatasnya
“Loncat”
Rina membelalakkan matanya, apa yang diucapkan laki-laki yang ada dihadapannya ini? Bagaimana bisa ia memintanya untuk loncat dari ketinggian lantai 5?
“Kenapa diem? Loncat, Lo nggak pantes hidup”
“Jean, sorry, g-gue nggak bakal ngasih tau siapapun tentang rahasia Lo, gue janji, bahkan gue juga nggak bakal pernah buka mulut ke Ryu, gue janji Jean, gue janji”
“Telat, Lo mau ngelindungin Ryu kan? Mau ngelindungin kembaran Lo kan? Loncat sekarang juga, Ryu aman”
“Kenapa Lo sekarang berubah menjadi iblis?”
“Gue nggak berubah, gue aslinya memang begini, Lo aja yang baru tau”
“G-gue takut Jean, g-gue mau ketemu Ryu, gue kangen sama dia”
“Lama” sekali dorongan mampu membuat tubuh Rina terhuyung dan terjun bebas
Tubuh itu jatuh dan tergeletak dengan bersimbah darah, Jean hanya tersenyum menyaksikan rencananya yang berjalan dengan baik
Masalah yang menghantuinya sejak kemarin telah ia selesaikan dengan baik
Sementara Danny, kekasih dari Rina datang terlambat, ia telah kehilangan kekasihnya dan yang lebih menyedihkan adalah ia dituduh sebagai tersangka, pemeriksaan pun dilakukan untuk mengetahui kebenaran dibalik kasus kematian Rina
Always with me
Miara Nata atau yang akrab disapa Ara kini tengah duduk disebuah berugak kecil yang ada ditepian pantai, ia menunggu Kyle Damian laki-laki yang sangat ia rindukan
“Ara” Damian langsung memeluk Ara dari belakang, ia sangat merindukan wanita itu, wanita yang sangat ia cintai “I Miss you so much” bisik Damian ditelinga Ara
Sementara Ara hanya diam dan berusaha untuk menghirup udara sebanyak mungkin, dadanya sesak ketika mengingat 3 bulan lebih hidup tanpa Damian, Ara sempat berfikir bahwa lelaki itu akan meninggalkan dan melupakannya
“Ara, are you okay?” Tanya Damian karena tak mendengar sepatah katapun dari perempuan itu, ia hanya mendapati tubuh Ara yang terasa bergetar karena menahan tangis
Damian membalikkan badan Ara agar berhadapan dengannya, ia mendapati Ara yang tengah menahan tangisnya, matanya berkaca-kaca dan ia hanya diam membisu tanpa sepatah katapun
“Ara” panggil Damian lagi seraya menangkup kedua pipi Ara
Tangis Ara pecah seketika, ia tak mampu menahan tangisnya lagi, ia ingin menanyakan banyak hal tapi ia tak mampu, ia ingin membiarkan laki-laki dihadapannya ini menjelaskan secara langsung tanpa harus bertanya terlebih dahulu
“I am sorry” ucap Damian menenangkan Ara yang sedang menangis “maafin aku karena udah menghilang tanpa kabar, maaf karena membuatmu menunggu terlalu lama” lanjutnya
“Dam, aku terlalu lemah, bahkan ketika kamu menghilang aku tidak mempunyai kekuatan untuk mencarimu” ucap Ara sambil terisak “aku fikir kamu menghindariku karena rumor waktu itu, aku fikir kamu juga sama dengan orang-orang yang menganggapku sebagai wanita malam” ucap Ara semakin terisak
“Never, aku selalu percaya bahwa Araku adalah perempuan baik-baik” ucap Damian meyakinkan Ara
“A-aku s-sebenarnya pernah berniat mencari dan menemui kamu tapi a-aku takut, k-kamu tau kan k-kalau orang tua kamu nggak suka sama a-aku?” Ucap Ara terbata-bata
“Shuuuttt” Damian menempelkan jari telunjuk pada bibir Ara pertanda menyuruh Ara diam dan jangan berbicara seperti itu lagi “aku udah disini, Damiannya Ara udah ada disini”
Ara memeluk sosok yang ada dihadapannya itu, ia ingin mengatakan bahwa ia juga rindu dan ia juga sangat mencintai Damian
“Ara, aku ingin memberitahu kamu sesuatu” ucap Damian melepaskan pelukannya “aku sudah menikah” lanjutnya
Bak disambar petir disiang bolong, Ara sangat terkejut, hancur dan kecewa ketika mendengar perkataan Damian, menikah? Damian sudah menikah? Lalu untuk apa dia datang dan memberikan haparan lagi?
Ara bangun dari tempat duduknya, ia berniat pergi dari tempat itu, untuk apa ia disini jika hal yang ia inginkan telah menjadi milik orang lain?
“Tunggu Ra” Damian ikut berdiri dan menahan Ara agar tidak pergi “walaupun aku sudah menikah dengan orang lain, hati aku tetap buat kamu dan aku harap kamu tidak akan meninggalkan aku”
“Kamu Gila!!! Bagaimana bisa kamu mengatakan hal seperti itu? Kamu fikir aku perempuan murahan?”
“Nggak Ara, dengerin aku dulu, wanita yang aku nikahi juga nggak pernah cinta sama aku, jadi nggak akan ada yang tersakiti” Damian berusaha meyakinkan Ara
“Darimana kamu tau? Hati seseorang tidak pernah bisa diukur hanya dari perkataan”
“Dia yang bilang dan aku yakin dia jujur tentang perasaannya, kami menikah karena terpaksa, karena perjodohan”
“Kamu yakin?” Tanya Ara memastikan
Damian menganggukkan kepalanya
“Percaya sama aku, cuman kamu satu-satunya orang yang aku cinta, sesulit apapun jalan yang kita lewati aku harap kita akan tetap bersama”
Sulit, semua terasa sulit bagi Ara, ia tidak ingin hidup sebagai orang ketiga namun ia juga tidak ingin kehilangan Damian, Damian tumpuan hidupnya, lagipula Damian bilang kalau istrinya tidak menaruh rasa cinta pada laki-laki itu
Lalu siapa yang akan tersakiti? Bukankah Ara juga berhak bahagia
___
Sejak saat itu Ara hidup sebagai orang ketiga diantara Damian dan Nania, istri dari Damian
Sejujurnya Ara merasa berdosa namun hati dan perasaannya selalu menariknya agar tenggelam semakin dalam hubungan terlarang, andai sekali saja Nia mengatakan bahwa ia mencintai Damian, mungkin Ara akan mengalah dan memilih untuk pergi
Kini perkataan orang-orang menjadi nyata, Ara adalah wanita rendahan dan kotor, ia bahkan merasa lebih menjijikkan dari pelacur namun tetap saja, cinta membuatnya buta dan tuli
Sepenggal kisah dari Long AU 42 Days