Always with me
Miara Nata atau yang akrab disapa Ara kini tengah duduk disebuah berugak kecil yang ada ditepian pantai, ia menunggu Kyle Damian laki-laki yang sangat ia rindukan
“Ara” Damian langsung memeluk Ara dari belakang, ia sangat merindukan wanita itu, wanita yang sangat ia cintai “I Miss you so much” bisik Damian ditelinga Ara
Sementara Ara hanya diam dan berusaha untuk menghirup udara sebanyak mungkin, dadanya sesak ketika mengingat 3 bulan lebih hidup tanpa Damian, Ara sempat berfikir bahwa lelaki itu akan meninggalkan dan melupakannya
“Ara, are you okay?” Tanya Damian karena tak mendengar sepatah katapun dari perempuan itu, ia hanya mendapati tubuh Ara yang terasa bergetar karena menahan tangis
Damian membalikkan badan Ara agar berhadapan dengannya, ia mendapati Ara yang tengah menahan tangisnya, matanya berkaca-kaca dan ia hanya diam membisu tanpa sepatah katapun
“Ara” panggil Damian lagi seraya menangkup kedua pipi Ara
Tangis Ara pecah seketika, ia tak mampu menahan tangisnya lagi, ia ingin menanyakan banyak hal tapi ia tak mampu, ia ingin membiarkan laki-laki dihadapannya ini menjelaskan secara langsung tanpa harus bertanya terlebih dahulu
“I am sorry” ucap Damian menenangkan Ara yang sedang menangis “maafin aku karena udah menghilang tanpa kabar, maaf karena membuatmu menunggu terlalu lama” lanjutnya
“Dam, aku terlalu lemah, bahkan ketika kamu menghilang aku tidak mempunyai kekuatan untuk mencarimu” ucap Ara sambil terisak “aku fikir kamu menghindariku karena rumor waktu itu, aku fikir kamu juga sama dengan orang-orang yang menganggapku sebagai wanita malam” ucap Ara semakin terisak
“Never, aku selalu percaya bahwa Araku adalah perempuan baik-baik” ucap Damian meyakinkan Ara
“A-aku s-sebenarnya pernah berniat mencari dan menemui kamu tapi a-aku takut, k-kamu tau kan k-kalau orang tua kamu nggak suka sama a-aku?” Ucap Ara terbata-bata
“Shuuuttt” Damian menempelkan jari telunjuk pada bibir Ara pertanda menyuruh Ara diam dan jangan berbicara seperti itu lagi “aku udah disini, Damiannya Ara udah ada disini”
Ara memeluk sosok yang ada dihadapannya itu, ia ingin mengatakan bahwa ia juga rindu dan ia juga sangat mencintai Damian
“Ara, aku ingin memberitahu kamu sesuatu” ucap Damian melepaskan pelukannya “aku sudah menikah” lanjutnya
Bak disambar petir disiang bolong, Ara sangat terkejut, hancur dan kecewa ketika mendengar perkataan Damian, menikah? Damian sudah menikah? Lalu untuk apa dia datang dan memberikan haparan lagi?
Ara bangun dari tempat duduknya, ia berniat pergi dari tempat itu, untuk apa ia disini jika hal yang ia inginkan telah menjadi milik orang lain?
“Tunggu Ra” Damian ikut berdiri dan menahan Ara agar tidak pergi “walaupun aku sudah menikah dengan orang lain, hati aku tetap buat kamu dan aku harap kamu tidak akan meninggalkan aku”
“Kamu Gila!!! Bagaimana bisa kamu mengatakan hal seperti itu? Kamu fikir aku perempuan murahan?”
“Nggak Ara, dengerin aku dulu, wanita yang aku nikahi juga nggak pernah cinta sama aku, jadi nggak akan ada yang tersakiti” Damian berusaha meyakinkan Ara
“Darimana kamu tau? Hati seseorang tidak pernah bisa diukur hanya dari perkataan”
“Dia yang bilang dan aku yakin dia jujur tentang perasaannya, kami menikah karena terpaksa, karena perjodohan”
“Kamu yakin?” Tanya Ara memastikan
Damian menganggukkan kepalanya
“Percaya sama aku, cuman kamu satu-satunya orang yang aku cinta, sesulit apapun jalan yang kita lewati aku harap kita akan tetap bersama”
Sulit, semua terasa sulit bagi Ara, ia tidak ingin hidup sebagai orang ketiga namun ia juga tidak ingin kehilangan Damian, Damian tumpuan hidupnya, lagipula Damian bilang kalau istrinya tidak menaruh rasa cinta pada laki-laki itu
Lalu siapa yang akan tersakiti? Bukankah Ara juga berhak bahagia
___
Sejak saat itu Ara hidup sebagai orang ketiga diantara Damian dan Nania, istri dari Damian
Sejujurnya Ara merasa berdosa namun hati dan perasaannya selalu menariknya agar tenggelam semakin dalam hubungan terlarang, andai sekali saja Nia mengatakan bahwa ia mencintai Damian, mungkin Ara akan mengalah dan memilih untuk pergi
Kini perkataan orang-orang menjadi nyata, Ara adalah wanita rendahan dan kotor, ia bahkan merasa lebih menjijikkan dari pelacur namun tetap saja, cinta membuatnya buta dan tuli
Sepenggal kisah dari Long AU 42 Days