apakah kalian pernah jatuh cinta?
“Lea, lupain gue”
perkataan Chris beberapa menit yang lalu terus terngiang-ngiang ditelinga Alea, apakah mencintai sahabat sendiri adalah sebuah dosa besar?
Alea tidak pernah berharap Chris membalas perasaannya, ia hanya butuh untuk jujur terhadap perasaannya sendiri namun bukannya perasaan lega yang Alea terima, Chris malah menjauh dan meminta Alea untuk melupakannya
dimana letak keadilan? bukankah sudah cukup segala derita yang Alea rasakan? menjadi tulang punggung keluarga karena ayahnya yang telah tiada, merawat ibunya yang sakit-sakitan dan membiayai sekolah adiknya yang masih SMP
Chris adalah satu-satunya manusia tempat Alea bisa mengadu, bermanja dan meminta pertolongan namun ternyata Alea menghancurkan hubungannya sendiri, seharusnya Alea tak pernah jatuh cinta pada sahabatnya sendiri
Alea berjalan menyusuri taman kota yang terlihat sepi itu, matanya menyipit ketika melihat sesuatu yang aneh dibalik semak-semak
Alea berjalan mendekat dan menemukan tubuh yang penuh dengan darah dengan kondisi terlentang, wajahnya ditutupi oleh jaket berwarna hitam
tunggu!!!
jaket berwarna hitam? bukankah jaket itu milik Chris? Alea ingat betul beberapa menit lalu ketika bertemu laki-laki itu, ia memakai jaket berwarna hitam yang sama persis dengan jaket yang menutupi wajah orang itu
“Chris?!” desis Alea sambil terus menggelengkan kepalanya, tidak percaya dengan apa yang kini ia lihat
tubuh lelaki yang ia cintai kini penuh dengan darah, apa yang sebenarnya terjadi? apakah Chris dibunuh atau malah bunuh diri?
seseorang mengamati Alea dari kejauhan, ia tersenyum penuh kemenangan
“besar sekali cinta yang Chris miliki untukmu Alea, dia memilih untuk mati daripada harus menyakitimu”
Chris dan Alea memang tidak akan pernah bersatu meski berada di alur yang berbeda, harus ada yang berkorban demi orang yang mereka cintai